promise~#2

29 01 2010

1 bulan telah berlalu setelah kejadian malam itu, Lin ahjuma baru menceritakan semuanya kemarin.

Ternyata aku memiliki sebuah penyakit didalam tubuhku sejak aku berumur 5 tahun. Setiap kali aku merasa ada sesuatu menggangguku dan aku menangis sejadi-jadinya aku akan mengalami shock dan seluruh tubuhku akan menjadi kaku. Menurut dokter Han yang sudah menanganiku sejak kecil, ini disebabkan klep di jantungku ada yang mengendur. Selain itu aku juga mengalami gangguan dengan sebuah kelenjar di daerah leher yang membuatku sesak nafas. Lin ahjuma menyebutnya thyroid.

Setelah hari ini aku bertemu dengan dokter Han, aku jadi tahu kalau umurku hampir mencapai batasnya. Dokter Han bilang penyakit yang bernama thyroid ini akan terus membesar dan menghalangi saluran nafasku. Satu-satunya jalan untuk menghentikannya adalah melalui operasi. Tapi dengan kemungkinan penyakit ini akan mengganas dan berkembang lebih cepat jika aku melakukan operasi, aku mengurungkan niatku untuk mengambil jalan itu.

***

Aku duduk termenung diatas tempat tidurku.

Aku sudah memberi tahu Byorin tentang hal ini karena aku pikir dia adalah satu-satunya teman yang bisa menenangkanku. Tapi setelah aku memberitahunya keadaan malah jadi berbalik, akhirnya akulah yang menenangkannya karena tidak bisa berhenti menangis mendengar ceritaku.

Aku jadi geli sendiri kalau mengingatnya.

Setelah aku pikir-pikir lagi, memang sekarang seharusnya akulah yang menenangkan mereka.

Seperti halmoniku dulu.

Tiba-tiba lamunanku terbuyar karena suara seseorang yang mengetuk pintu kamarku.

“masuk!” seruku dari dalam.

Tidak ada jawaban.

“masuk!” teriakku lagi agak keras. Masih tidak ada jawaban.

“Lin ahjuma?”

Akhirnya aku beranjak dari tempat tidurku.

Saat aku membuka pintu kamarku, aku agak sedikit terkejut dengan apa yang aku lihat.

Aku tidak bisa menahan tawaku.

“yaaa!! Apa yang kalian lakukan?” tanyaku sambil masih tertawa keras.

Byorin, Chaeri, dan Heeye sedang saling mendorong di depan kamarku.

Sudah beberapa menit mereka duduk di atas tempat tidurku, tidak ada seorangpun yang mengeluarkan suara. Mereka saling menatap seperti kebingungan.

Aku yang melihat mereka bertingkah seperti itu jadi ingin tertawa lagi.

“jadi? Kalian mau apa kesini?” tanyaku sambil menahan tawa.

“Youngjin-a..” mereka bertiga menyahutku berbarengan dengan nada yang sama.

Kami saling melihat. Lalu kami tertawa lepas.

“hey, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan?” seru Byorin tiba-tiba.

“jalan?” tanyaku

“ne!! waeyo? Ayolah kita sudah lama tidak pergi bersama.”pinta Chaeri

“eh,tapi…”

“OK!! Kalau begitu!! Han-Youngjin berdandanlah yang cantik! Kita pergi!!!!” potong Heeye.

Lalu mereka bertiga bangkit dan mendorongku ke arah lemari pakaian.

Dengan cepat mereka memilih sebuah dress, sepatu, aksesoris, dan syal tanpa mendengarkan komentarku sama sekali.

“pakai ini!” seru mereka bertiga bersamaan dengan wajah yang sepertinya mengatakan ‘cepat!! atau kami yang akan memakaikannya padamu!!’

Aku langsung mengambil dress yang diberikan Heeye dan berlari ke kamar mandi.

Beberapa menit kemudian aku keluar dan Chaeri sudah menunggu di depan meja rias dengan peralatan lengkap.

Selama ini aku belum pernah ber make-up lengkap selain saat aku menjadi pengapit di pernikahan pamanku saat aku berumur 10 tahun.

Dengan sangat cekatan tangan Chaerin memoleskan kuas dimata dan pipiku, mungkin hampir mirip dengan omma yang sedang melukis di kanvas.

“selesai!”seru Chaeri dengan nada puas.

Aku membuka mataku perlahan.

Dan aku kaget. Sangat kaget.

Chaeri benar-benar melakukannya dengan baik. Aku bahkan hampir tidak bisa percaya kalau yang aku lihat di cermin itu adalah aku.

Tapi yang aku bingung, untuk apa mereka melakukan ini?

***

Akhirnya kami bertiga sampai disebuah restoran. Restoran itu terlihat sangat sepi pengunjung tapi dekorasinya sangat ramai. Barisan balon tertata rapi mengarah ke pintu masuk, begitu juga dengan bagian dalamnya. Beberapa rangkaian bunga menghiasi sudut-sudut ruangan.

Mereka bertiga menyeretku melewati pelayan-pelayan yang terlihat sangat professional, berdiri tegap sambil memberi salam dan tersenyum pada kami. Anehnya dengan kondisi seperti hampir sempurna seperti ini tidak seharusnya tempat ini sepi.

Kami terus berjalan kehalaman belakang restoran. Dan yang ku lihat lebih mengejutkan dari yang aku lihat didalam restoran.

Sebuah tenda bertengger di pinggir kolam, dihiasi rangkaian bunga dan hiasan-hiasan lain yang tampak serba putih. Cantik sekali. lilin-lilin kecil bertebaran dikolam bersama dengan banyak kelopak bunga.

Lalu seseorang muncul dari balik tenda itu. Aku memperhatikannya dengan seksama, tapi aku hampir tidak dapat mengenali sosok yang sangat tampan itu.

“Sungmin-ssi??” seruku agak keras.

Byeorin dan Heeye segera melepaskan tangannya dariku. Tapi aku tidak beranjak maju. Aku hanya diam terpaku melihat semua ini dan juga Sungmin-ssi.

Dia menghampiriku dengan sebuah buket bunga.

Aku baru sadar mereka sengaja melakukan ini. Aku menatap byeorin, Heeye, dan Chaeri bergantian. Mereka balas tersenyum.

Hatiku berdebar keras. Aku membayangkan untuk apa mereka melakukan ini semua. Beberapa kemungkinan bermunculan dibenakku, sampai akhirnya Sungmin-ssi sampai tepat didepanku.

Kupikir aku akan segera mengalami shock karena senangnya.

“pergilah kesana.” Kata Sungmin-ssi lembut sambil menyerahkan buket bunga itu. Ia menunjuk ke bawah tenda itu. Sebuah meja dan dua buah kursi berhadapan menungguku disana.

Aku berjalan perlahan-lahan menuju tenda itu, sugmin-ssi dan yang lainnya mengikutiku dari belakang.

Seorang pelayan membungkuk dibelakang sebuah kursi. Aku tahu aku harus duduk disitu.

1 menit, 2 menit, Sungmin-ssi tidak beranjak dari tempatnya berdiri.

Tiba-tiba seseorang menutup mataku dari belakang.

Saat aku melihat kebelakang, seorang cowo bertubuh besar dengan baju pelayan tadi tersenyum padaku.

“Siwon-ssi!!!?” teriakku kaget.

Dia hanya tersenyum. Lalu perlahan berjalan menuju kursi didepanku dan duduk disitu.

Aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi disini.

“noona?” panggil Siwon yang melihatku dengan agak sedikit binggung.

“ahh,ne?”

“gwaenchana?” tanyanya sambil terus menatapku

Aku melihatnya sebentar, lalu memalingkan pandanganku kearah yang lain dan Sungmin-ssi.

“ne,gwaenchana Siwon-ssi.” balasku dengan senyuman yang sedikit memaksa.

“kalau begitu, aku akan langsung saja.”

“ne?” tanyaku bingung

“Han Youngjin-ssi, saranghae.”

Aku hanya menatap Siwon-ssi dengan penuh tanda tanya.

“ne??” tanyaku lagi dengan nada yang agak meninggi.

Lalu Siwon mengulanginya lagi, “saranghae noona.”

Aku menatap Sungmin-ssi, lekat-lekat. Raut wajahnya tidak berubah sedikitpun. Ia tersenyum, lalu mengangguk padaku. Seakan akan menyuruhku segera menjawab Siwon-ssi.

“noona, maukan jadi pacarku?” pinta Siwon-ssi cambil terus menatapku.

Aku rasanya seperti baru jatuh dari langit. Cowo yang aku sukai berdiri santai sambil tersenyum, saat dihadapannya seorang cowo lain sedang menyatakan cintanya padaku. Aku bingung setengah mati.

Melukai Siwon-ssi bukanlah yang aku inginkan, tapi menerimanya juga bukan pilihan yang baik.

‘Apa yang harus aku lakukan?!’

comment please^^<3

Advertisements

Actions

Information

3 responses

16 02 2010
chokobum

O_O… MWOYA……

sungmin tuh ada rasa kagak seh ma si YOUNGJIN…??? !!!!

*bak bues dies beg* (nendang umin)

selipin kibum donk…. jadi pelayan juga kagak apa2… jadi org jual popcorn jga nga papa… jadi suster.. juga okelah… (maksa bgt seh…)

NENG… HAPPY ENDING YAH…!!!

emang seh.. w tu holic bgt yang namax SAD ENDING… tapi yg ini… jgn sad ending… yh…..? yh..?? yh..???

THANKS..^^

4 03 2010
dee

wah seneng bikin cerita ya..aq juga,,salam kenal ya..kalau kamu berbakat, kenapa gk sekalian dibuat naskah aja,,sapa tau ntar difilmkan..
semangat nulis ya..^_^

4 03 2010
hannpark

gomawo dee^^
ini cuma lagi senggang aja wkt it jd buat..
skarang lg mau buat yang baru lagi^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: